SSS

REVOLUSI DIGITAL UNTUK INDONESIA LEBIH BAIK , 4G LTE




        Jakarta - Menkominfo Rudiantara menilai tuntasnya refarming frekuensi seluler di 1.800 MHz yang akhirnya membuka jalan tol 4G secara nasional, bukan merupakan tujuan akhir. Melainkan baru sebuah awal dari revolusi digital demi Indonesia yang lebih baik.

        "Meski refarming sudah selesai, ini bukan akhir. Ini baru awal," kata menteri yang akrab disapa Chief RA usai meluncurkan 4G secara nasional bersama Presiden Joko Widodo dan sejumlah menteri Kabinet Kerja di Museum Nasional, Jakarta, Jumat (11/12/2015).
        Kehadiran layanan seluler generasi keempat di spektrum 1.800 MHz itu, menurutnya, membuat akses mobile broadband di Indonesia jadi punya pipa yang jauh lebih besar untuk dialiri komunikasi data pelanggan.

        Namun seperti ditegaskan menteri, pipa yang besar ini harus bisa mengalirkan data yang bisa memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat pengguna di Indonesia.

        "Fokus kami di 2016 nanti menyiapkan fundamental secara infrastruktur. Baru kemudian fokus ke layer aplikasi, terutama berkaitan dengan e-commerce. Jadi, Nadiem dkk yang mengembangkan dari segi bisnis, operator membantu dari segi infrastruktur," kata menteri.

        Selain 4G, infrastruktur lainnya adalah program Palapa Ring yang ditargetkan mulai tender awal 2016 dan selesai dibangun pada 2018 di 57 ibukota kabupaten. Sehingga di 2019 nanti, seluruh kabupaten yang ada di Indonesia sudah tersedia akses broadband.

        Selain itu di 2016, Kementerian Kominfo juga akan membuka peluang untuk memperebutkan spektrum tersisa 2x5 MHz di 2,1 GHz dan 30 MHz di 2,3 GHz. Sembari jalan, Menkominfo juga akan mendorong program e-commerce di lintas kementerian.

        Layanan e-commerce, dianggap cocok dengan kebiasaan orang Indonesia yang suka belanja, yang mempertemukan antara pembeli dan penjual melalui internet, dan akhirnya membawa dampak ekonomi yang besar.

        Menteri mencatat, di tahun 2015 ini saja perputaran transaksi di sektor e-commerce mencapai USD 12 miliar, dan diharapkan pada tahun 2020 nanti bisa mencapai USD 138 miliar. Itu sebabnya, sektor itu dianggap perlu didorong.

       "Kenapa e-commerce dan bukan media sosial saja? Karena e-commerce kan transaksi keuangan, di situlah nilai tambah teknologi ini. Jadi, 4G nantinya tak cuma sekedar pipa saja, tapi sudah ada isinya lewat e-commerce ini," kata Rudiantara.

        Untuk mendorong perekonomian lewat transaksi jual beli online, Kementerian Kominfo bersama para operator seluler dan asosiasi e-commerce juga terus mendorong hadirnya layanan OTT (over-the-top) lokal yang mendukung program ini.

        "Tujuan kita bagaimana mendorong ke arah aplikasi. Salah satu bentuk aplikasi bersama teman operator itu yang kita sebut sebagai OTT nasional. Sehingga, cita-cita kita di 2019 menjadi nomor dua di ASEAN dan the largest digital economy in the region, bisa tercapai," jelasnya.

         Menurutnya, Indonesia memiliki modal yang kuat menjadi pemain digital terbesar di kawasan Asia Tenggara karena di akhir 2015 ada sekitar 100 juta pengguna internet dengan pelanggan seluler sekitar 170 juta orang.

         "Kita akan buat telekomunikasi menjadi enabler perekonomian. Dengan hadirnya 4G LTE secara nasional oleh lima operator, diharapkan dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi kreatif digital di Indonesia sehingga dapat bersaing di tingkat regional, bahkan di tingkat dunia," pungkas Chief RA.

          Kelima operator yang dimaksud adalah Telkomsel, Indosat Ooredoo, dan XL Axiata yang mengoperasikan 4G di spektrum 900 MHz dan 1.800 MHz, Hutchison 3 Indonesia di spektrum 1.800 MHz dan satu lagi Smartfren Telecom di spektrum 800 MHz dan 2.300 MHz.
Previous
Next Post »